Ya Rabbana


Ya Rabbana
 
Ya Rabbul Izzati, sekian lama aku mengembara mencari cinta. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu. Pedih jiwaku, gersang ragaku. Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu, karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku.

Allah, kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman. Menuju ke sana, kulalui dengan tertatih-tatih. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai. Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku.

Rabbku, telah kupenuhi panggilan-Mu, membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki. Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang. Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati.

Namun ampuni aku ya Rabbi. Betapa seringnya hamba tertegun ragu, untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi.

Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai, apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku, jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!!

Rabbi, bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. Namun Rabbi, apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb?

Namun Rabb, lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku. Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. Karena aku tahu, tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu, sungguh aku bersyukur atas semua ini. Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang, Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda, tentang sebuah janji yang telah kupatri, tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku. Mengingatnya, semakin deras air mata ku mengalir, semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. Ternyata tanggung jawab itu besar berada di pundakku.

Rabbana, kekuatan apakah gerangan ini, yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. Kadang kala kabut pekat yang kutemui. Langkahkupun seolah terhenti. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya, sekuat tenaga kucoba berlari, tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. Aku bergumul seorang diri, mulutku berteriak, namun suaraku bersembunyi. Beruntung aku masih punya nafas, yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati.

Rabb, apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. Apakah ini jawaban setiap rintihanku, agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu?

Oh Rabbi, ampuni atas segala kelemahan imanku, bimbing aku melewati jalan orang-orang bernyali singa, namun aku cukup arif menyadari Rabb, siapalah aku ini, betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malam-malamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu.

Ya Rabbana, kesimpulan dari riak-riak hatiku ini, aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir, namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi

Ya Muhaimin, untuk yang kesekian kalinya, kuucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas segala cinta dan pelabuhan rindunya. Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku. Dalam pangkuan-Mu, terhimpun seluruh kekuatanku, dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi, mulutku menyanyi lagu syurgawi. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahayaMu yang tiada pernah pudar.

Allah, Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri, tapi aku ingin katakan, tarbiyah telah merubah diriku, melesat meninggalkan angan-angan hampa, bayang-bayang semu, serta dongeng yang tak memiliki cerita. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku, sirna kesombongnnku, lenyap sifat jahiliyahku. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri, seperti yang Engkau kehendaki …

Rabbi, di dada-Mu kupasrahkan kehidupan, di sana kutemukan kedamaian yang abadi, sujudku tak akan pernah merenggang, jemariku kan terus kususun, bibirku akan terus bergetar, memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan, karena memang hanya dariMu-lah sumber kebahagiaan. wallahualam…





Rizali Masri
\(^_*)/

Penyakit "BERASA" Bagus

PENYAKIT ‘BERASA’ BAGUS

Berasa bagus adalah satu sikap di mana dia berasa dia amat bagus dan terlalu menunjukkan yang dia amat bagus. Contohnya “berasa” hebat, padahal faktanya tidaklah sehebat manapun!

Sikap berasa diri amat bagus dan perasan bagus adalah penghalang terbesar kepada kecemerlangan. Anda akan terhalang dari menjadi cukup kreatif, kemudian ia akan menjejaskan perhubungan anda dengan orang sekeliling, kawan-kawan anda, ahli keluarga mahupun dengan suami/isteri anda.

Ramai yang “berasa” beriman padahal itu hanya perasaan saja. Namun, kata-katanya sering menyakiti hati orang. Bahkan ada masa pulak menyelidiki kehidupan peribadi orang lain, khususnya kelemahan dan aib orang lain kemudian dihebah-hebahkan.

Sikap perasan bagus dikategorikan sebagai salah satu sikap negatif, kerana ia menjadikan anda cenderung untuk memandang rendah pada orang lain. Kesannya dalam jangka masa panjang, sikap perasan bagus akan membuat anda semakin tidak cemerlang, prestasi anda terjejas dan emosi anda jadi semakin rapuh, semakin down!

Ada juga yang “berasa” kaya raya padahal hidup dengan berhutang dan menipu orang. Berkereta mewah, pakaian berjenama, perfume mahal, handphone canggih, padahal semuanya hutang. Penyakit “berasa” kaya raya juga boleh mengakibatkan papa kedana.

Sikap perasan bagus tak boleh disimpan lama-lama. Sikap itu kena diubah, ditinggalkan secara bertahap. Buang sikap tu jauh-jauh. Kita tak boleh buang sekaligus, tapi kita boleh melatih diri untuk membuangnya langkah demi langkah.

Untuk nak membuang sikap perasan bagus, latih diri anda supaya suka belajar sepanjang masa. Pelajari sesuatu dari orang yang anda lihat lebih mahir dari anda dan jangan pernah merasa diri anda sudah cukup bagus.

Jangan terlalu cepat berpuas hati tapi teruskan belajar, belajar belajar benda baru dari apa saja sumber. Lama kelamaan anda akan semakin bagus dalam apa yang anda usahakan tanpa anda menyedarinya. Anda akan semakin bagus, tahap kebagusan anda akan terus meninggi, meninggi lalu semakin meninggi.

Mulai hari ini, buang sikap perasan bagus. Puji dan kagumi orang yang kerjanya bagus, perangainya bagus dan attitudenya bagus. Kemudian, cabar diri anda untuk cuba atasi tahap kebagusan yang dipamerkan olehnya..!

Cubalah duduk sejenak. Lalu, periksa kesihatan “mental” anda. Apakah ada penyakit “BERASA” di dalam diri anda?
Photo: PENYAKIT ‘BERASA’ BAGUS

Berasa bagus adalah satu sikap di mana dia berasa dia amat bagus dan terlalu menunjukkan yang dia amat bagus. Contohnya “berasa” hebat, padahal faktanya tidaklah sehebat manapun!

Sikap berasa diri amat bagus dan perasan bagus adalah penghalang terbesar kepada kecemerlangan. Anda akan terhalang dari menjadi cukup kreatif, kemudian ia akan menjejaskan perhubungan anda dengan orang sekeliling, kawan-kawan anda, ahli keluarga mahupun dengan suami/isteri anda.

Ramai yang “berasa” beriman padahal itu hanya perasaan saja. Namun, kata-katanya sering menyakiti hati orang. Bahkan ada masa pulak menyelidiki kehidupan peribadi orang lain, khususnya kelemahan dan aib orang lain kemudian dihebah-hebahkan.

Sikap perasan bagus dikategorikan sebagai salah satu sikap negatif, kerana ia menjadikan anda cenderung untuk memandang rendah pada orang lain. Kesannya dalam jangka masa panjang, sikap perasan bagus akan membuat anda semakin tidak cemerlang, prestasi anda terjejas dan emosi anda jadi semakin rapuh, semakin down!

Ada juga yang “berasa” kaya raya padahal hidup dengan berhutang dan menipu orang. Berkereta mewah, pakaian berjenama, perfume mahal, handphone canggih, padahal semuanya hutang. Penyakit “berasa” kaya raya juga boleh mengakibatkan papa kedana.

Sikap perasan bagus tak boleh disimpan lama-lama. Sikap itu kena diubah, ditinggalkan secara bertahap. Buang sikap tu jauh-jauh. Kita tak boleh buang sekaligus, tapi kita boleh melatih diri untuk membuangnya langkah demi langkah.

Untuk nak membuang sikap perasan bagus, latih diri anda supaya suka belajar sepanjang masa. Pelajari sesuatu dari orang yang anda lihat lebih mahir dari anda dan jangan pernah merasa diri anda sudah cukup bagus.

Jangan terlalu cepat berpuas hati tapi teruskan belajar, belajar belajar benda baru dari apa saja sumber. Lama kelamaan anda akan semakin bagus dalam apa yang anda usahakan tanpa anda menyedarinya. Anda akan semakin bagus, tahap kebagusan anda akan terus meninggi, meninggi lalu semakin meninggi.

Mulai hari ini, buang sikap perasan bagus. Puji dan kagumi orang yang kerjanya bagus, perangainya bagus dan attitudenya bagus. Kemudian, cabar diri anda untuk cuba atasi tahap kebagusan yang dipamerkan olehnya! 

Cubalah duduk sejenak. Lalu, periksa kesihatan “mental” anda. Apakah ada penyakit “BERASA” di dalam diri anda?

~ Wassalam ~





Rizali Masri
\(^_*)/

Tokoh Pejuang Islam - Izzuddin Al Qassam


   Tokoh Pejuang Islam - Izzuddin Al Qassam
( Briged Izzuddin Al-Qassam )

Izzudin al-Qassam dilahirkan di Syria pada tahun 1882 di Jabalah, Utara Syria dalam keluarga sufi. Nama sebenar beliau adalah Muhammad Izzuddin bin Abdul al-Qadir bin Mustapha bin Yusuf bin Muhammad al-Qassam. Bapa beliau seorang guru Quran di kampung.

* Anak Didik Sheikh Muhammad Abduh

Beliau mendapat ijazah pertama di Universiti al-Azhar pada tahun 1906. Di al-Azhar, beliau sempat menuntut dari seorang tokoh reformis, Sheikh Muhammad Abduh. Semasa menuntut di sana, beliau menunjukkan kecenderungan berdakwah. Selepas menamatkan pengajian, beliau menjadi guru dan imam. Sebagai pendidik dan pendakwah, beliau sering memberi penerangan kepada masyarakat mengenai isu-isu semasa daripada sudut pandangan Islam. Usaha dakwah beliau ini bejaya mengubah pemikiran supaya cenderung kepada kebangkitan Islam.

Selepas Itali menceroboh Libya pada tahun 1911, beliau mengisytiharkan jihad pada Itali. Beliau bertindak mengumpulkan sukarelawan untuk berangkat ke Libya bagi berjihad. Semasa Perang Dunia Pertama, beliau menyertai pasukan tentera Empayar Uthmaniyah dan ditempatkan di Damascus.

Pada tahun 1920, berlaku Revolusi Syria yang mencetuskan perang Melson. Izzuddin mengumpulkan sepasukan sukarelawan bagi berperang dengan pihak Perancis. Pada tahun 1921, beliau adalah individu penting dalam penentangan terhadap Perancis di Syria. Namun, serangan demi serangan tentera Perancis memaksa beliau dan pengikutnya berundur ke Haifa, Palestin. Di sini, beliau membuka sebuah sekolah bagi mengajar golongan bawahan.

* Tokoh Gerakan ‘Black Hand’

Izzuddin dianggap sebagai mujahid kerana dia memahami perancangan Zionis yang mahu mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestin. Beliau juga tahu terdapat pakatan sulit antara Zionis dan Amerika Syarikat serta British khususnya. Beliau sering memberi ucapan-ucapan di Masjid An-Nasr dan Masjid Istiqlal bagi memberi kesedaran dan membangkitkan semangat para pengikutnya.

Pada tahun 1927, beliau memimpin Jam’iyah Asy-Syubban A-Muslimin (Persatuan Pemuda Muslim) yang beribu pejabat di Kota Haifa. Selama bertahun-tahun, beliau berusaha memberi kesedaran kepada masyarakat Arab Palestin mengenai rancangan jahat Zionis dan mempersiapkan mereka bagi menghadapi jihad dengan rejim Zionis. Usaha beliau juga banyak tertumpu kepada menyatukan penduduk Palestin.

Pada tahun 1929, beliau dilantik menjadi Kadi Nikah di Mahkamah Syariah di Haifa. Melalui jawatan ini, beliau sering turun ke utara Haifa di mana pelarian Palestin yang hidup serta daif berkampung. Di sana, beliau mengumpulkan pasukan-pasukan gerila bagi bertempur dengan pihak British dan Yahudi.

Lambat laun, beliau menjadi terkenal dalam kalangan golongan bawahan. Selepas pembunuhan beramai-ramai di Hebron pada tahun 1929, beliau menubuhkan kumpulan “Black Hand”, sebuah gerakan bersenjata anti-British yang berjaya merekrut hingga 800 ahli.

* Syahid di Jalan Allah

Pada tahun 1930-an, usaha beliau mendapat sokongan daripada Parti Istiqlal. Pada tahun 1931, pasukan bersenjata yang dibentuk beliau menyerang sebuah perkampungan Yahudi di Yagur. Bertitik dari Yagur, pasukan Izzuddin meneruskan serangan hingga tersebar ke seluruh wilayah pergunungan pada tahun 1935.

Pada 20 November 1935, unit beliau seramai enam orang bertempur dengan tentera British berhampiran Ya’bad. Pihak British turut dibantu oleh pesawat tempur. Dalam pertempuran berani mati, beliau dan dua orang pengikutnya terkorban. Pemergian Izzuddin membangkitkan penentangan yang lebih hebat pada penjajah Zionis.

Hari ini nama beliau sinonim dengan pasukan berani mati, Briged Izzuddin al-Qassam, sebuah sayap bersenjata Hamas sebagai tanda mengingati perjuangan Izzuddin memperjuangkan kemerdekaan Palestin.


Bersama kita bersatu hati dan suara memupuk semula perpaduan dan bersatu atas panji Allah dalam menegakkan agama islam yang dicintai. Doakan keselamatan dan semoga Allah melindungi saudara kita di bumi Gaza Palestin dan seluruh negara-negara islam yang dijajah secara terang-terangan secara zalim oleh musuh islam. Bersatu ummah, bersatu dalam doa memerangi musuh akhir zaman. Segala yang baik itu datangnya dari Allah, dan segala khilaf dan salah itu datangnya dari kesilapan saya sendiri. Salam Ramadhan ~

~ Wassalam ~



Rizali Masri
\(*_^)/
 

Bersedekah Pasti Ada Ganjarannya



Kisah Ikhtibar - Bersedekah Pasti Ada Ganjarannya

Salam sejahtera kepada semua pembaca yang dikasihi.. Allahu Rabbi, ini adalah satu contoh kisah tauladan yang sangat bermanfaat kepada kita semua sehingga mampu menitiskan air mata. Semoga ianya menyedarkan kita betapa beruntungnya jika kita sentiasa bersedekah dan tidak membezakan orang lain biarpun kita bukannya orang kaya. Tanamkan rasa syukur dan pemurah dalam diri, in shaa Allah akan datang ganjaran berlipat ganda. Berbuat baiklah sesama makhluk Allah ~   

****** 

Pagi tadi lebih kurang pukul 10.30 aku singgah sarapan di bazar batu buruk sementara menunggu interview di steten minyak kerana sudah tiada kerja di Terengganu yang menggunakan Ijazah aku ini. Sewaktu makan, mata ni terpandang seorang pakcik yang "lusuh " karekternya.. Bau busuk, baju koyak, pakai kain pelikat singkat, tak beralas kaki, tapi berkopiah. 

Duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi aku. Terdetik dalam hati, apa pakcik ni kelaparan. Orang gila pun lapar, masih tetap manusia. Aku pesan satu lagi nasi minyak. Pesanan aku sampai ke meja. Terus aku beri pada pakcik tadi. Tuan kedai terkejut dan mengangkat tangan melambai seolah2 memanggilku. Aku pun balas tunggu sekejap. 

Pakcik tadi tenung aku sambil berkata "pakcik dah makan nak.. terima kasih nak.." Dalam hati terdetik sungguh indah bahasa pakcik yang ku sangka gila tadi. Aku bangun dengan kecewa kerana pesanan aku tidak dijamah oleh pakcik. Lalu aku pergi kepada tuan kedai yang memanggil ku tadi. 

Ada apa pakcik? Pakcik kedai balas: Jangan bagi dan suruh dia makan kat sini, nanti customer pakcik lari. Aku tersentap. Dan spontan aku membalas. "Jika orang ini ayah kandung pakcik, pakcik halau tak dia?" Pakcik tu diam. Takpe pakcik, saya akan bayar ansuran kalo pakcik rugi hari ni. Saya nak tanya, betul ke pakcik td tu sudah makan? Pakcik kedai jawab, tidak. Dari mula pakcik buka kedai pukul 6.30 tadi pakcik kopiah tu duduk kat tiang tu. 

Dalam hati kecil ni cakap, tak pernah aku jumpa pakcik gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta. Aku pegi semula pada pakcik kopiah tu. "Pakcik, saya sunyi makan sorang2, pakcik teman saya makan jom." Pakcik tu akur dengan pelawaan aku kerana kesungguhan aku. Ramai yang beralih meja kerana bau pakcik tu, namun kerana ingin menjaga hati orang tua yang aku tak kenal, aku tahan bau itu. 

Lega tengok pakcik tu makan dengan sangat sopan. Aku lontarkan beberapa soalan pada pakcik tu. Pakcik dari mana, tinggal dimana? Pakcik tu jawab. Pakcik merantau cari redha Allah. Aku terkejut. Dalam hati aku dah syak bukan2. Kot2 wali ke ni? Mana keluarga pakcik? 

Pakcik dibuang oleh keluarga pakcik kerana sekeping geran tanah. Kenapa pakcik? Apa masalahnya? Pakcik sedekahkan geran itu untuk seseorang untuk dibangunkan pondok2 mengaji. Keluarga pakcik terus buang pakcik. Allah... 

Pakcik tinggal dimana? Pakcik tu diam tak menjawab. Masa terlalu singkat untuk aku menyambung urusan kerja. Aku panggil pakcik kedai untuk kira. Semuanya berharga RM 11.60. Aku celup dompet aku, dan aku lupa yang aku hanya bawa RM 5.00. Aduh.... Pakcik tu nampak raut wajah muka aku seolah2 melihat masalah dalam dompetku. Pakcik tu mencelah. Nak, ambil duit ni, pakcik bayarkan. 

Nak tau ape? pakcik keluarkan satu sampul surat sebagai dompet dia (macam dompet TGNA), dalam tu duit seratus setebal setengah inci, dan satu kad BSN dan i.c lama (pakcik tu bekas tentera laut).. Satu kedai dia bayarkan. Allah.. Satu kedai hairan apabila pakcik kedai tu announce yang makanan semua sudah dibayarkan oleh pakcik kopiah tadi. Masing2 semua pandang aku dan pakcik kopiah. Dengan tiba2 pakcik kopiah angkat tangan dan berdoa dengan suara yang agak sederhana kuat, aku pun turut angkat sama. Dan paling terharu apabila aku dengar suara "amin...." dengan suara yang ramai. Bila aku berpaling ke belakang, satu kedai mengangkat tangan bersama pakcik kopiah tu.. Ada yang bangun mendekati kami berdoa dekat2. 

Terasa sangat gemuruh dan terharu dengan keperibadian orang yang ku sangka gila ini rupanya seorang guru agama!! Ada yang menangis kerana doa oleh sang guru itu sungguh merdu.. Kecoh seketika.. Selesai berdoa, aku bersalam dengan pakcik tadi dan ucap terima kasih dengan harapan dapat jumpa lagi. Aku terus berjalan ke motor aku. Aku berpaling ke belakang, semakin ramai yang berkerumun pada pakcik tadi. Aku senyum tanda puas bahawa orang sekeliling mula mendekati pakcik. Aku buka semula dompet aku kerana aku simpan kunci motor dalam tu. 

Nak tau apa? Aku terkejut kerana ada 2 keping duit seratus dan satu nota kecil yang bertulis: "Ambil duit ni buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah anak yang mengidam.." Aku terkaku, dan terus pandang ke arah tempat pakcik tadi. Beliau sudah tiada disitu. Aku terus pakai helmet dan tutup pemuka helmet. Aku menangis kerana terharu dan sangat bersyukur. Bagaimana dia tahu aku dalam kesusahan... 

Ya Allah.. Kau peliharakanlah pakcik itu..
  
(Copy pasted - Warta Dari Hati) 


*** Semua adalah gambar hiasan semata-mata..

Sebarkan.. Seburuk mana pun luaran seseorang jangan sesekali menghina kerana siapa tahu dia lebih mulia dari kita di sisi Allah SWT. Semoga perkongsian ini sangat memberi manfaat dan tauladan kepada kita semua, in shaa Allah. Sekian...

~ Wassalam ~ 




 Rizali Masri
\(^_*)/ 

 

Kenali Potensi Diri


APAKAH ITU POTENSI DIRI?

PERTAMA : Apakah aktiviti dan tugasan yang dapat kita lakukan dengan cemerlang. Seumpama hobi, kerja, perhubungan dan apa sahaja yang kita boleh lakukan dengan cemerlang.

KEDUA : Individu yang kita dapat capai. Seumpama profesion, status sosial dan kebanggaan yang kita dapat capai.

KETIGA : Apakah pencapaian yang mungkin kita perolehi. Pencapaian hidup, kekayaan, penghargaan, anugerah juga apakah impak yang boleh kita lakukan kepada dunia.

Potensi berasal usul daripada kata akar “potent” yang berkaitan apa sahaja yang kita dapat capai apabila kita membangunkan dan menggunakan kebolehan, bakat dan keupayaan yang ada pada diri kita.

Setiap seorang daripada kita mempunyai ‘benih-benih’ kehebatan dalam diri kita. Setiap seorang mempunyai potensi berbeza-beza dan mungkin ada juga yang sama. Ada sesetengah individu mempunyai keupayaan untuk menyanyi, memasak, menyelesaikan soalan matematik yang rumit, pandai buat lawak dan ada keupayaan menembak dengan tepat walaupun tidak melihat. Potensi ini akan keluar apabila kita ‘siram’kannya untuk membolehkannya bertumbuh dan berkembang biak dalam diri kita.

Secara kolektif, kita semua mempunyai segala potensi untuk mencipta dan mengekalkan kehidupan kita di dunia ini, dunia yang dikatakan membolehkan setiap impian menjadi nyata. Walaubagaimanapun ia memerlukan setiap ‘alat bajakan’, ‘gemburan’, ‘agen pendebungaan’ dan apa sahaja untuk menjadikannya realiti.

Ia adalah bukan hanya apa yang sedia, ia adalah persoalan apa yang kita dapat lakukan dengannya. Ada sesetengah individu mungkin sudah sedia ada potensi pada dirinya, namun kerana ia tidak melakukan sesuatu potensi itu hanya terpendam di dalam dirinya.

Potensi diri ini bukan hanya spesifik atau terhad kepada sesuatu ruang atau kawasan sahaja. Ia umpama sebuah air terjun yang tidak berhenti-henti mengalirkan air ke dalam kolam, ia adalah gabungan cara berfikir dan keupayaan diri. Kita bukan sahaja berpotensi dalam bidang kerjaya sahaja, tetapi juga dalam perhubungan, cinta dan kasih sayang. Kita ada potensi untuk menjadi sihat dan hidup bahagia.


Jadi, jangan berlengah untuk serlahkan Potensi Diri demi kejayaan anda..! Kenali diri dan fahami kekuatan yang ada dalam diri anda dan luahkan segala bakat terpendam dalam diri untuk berjaya. Selamat mencuba..!! =)

~ Wassalam ~



Rizali Masri
\(^_*)/


10 Racun Psikologi Dalam Diri

Salam sejahtera kepada semua pembaca yang dikasihi dan dihormati sekalian, rasanya lebih 5 bulan saya tak meng'update' langsung sebarang artikel sejak ke Melbourne, Australia. Kini saya baru balik Malaysia dan rasanya ada sedikit masa terluang untuk berkongsi artikel menarik ini kepada semua. Teruskan membaca dan jadikan ilmu ini sebagai suatu perkara yang bermanfaat dan panduan buat kita semua. Selamat membaca =)

 

RACUN #01 : LARI DARI MASALAH
Gejala : Sering lari dari kenyataan, suka mengabaikan tanggungjawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapat kebahagiaan atau rasa tenteram yang hanya bersifat sementara dan tidak kekal. 
Antibodi : Realitistik
Cara : Berhentilah menipu diri sendiri, jangan terlalu serius dalam menghadapi setiap masalah. Latih diri agar sentiasa berani berhadapan dengan masalah dan jangan lari kerana masalah itu akan sentiasa mengejar kita. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara teratur dan yakinlah bahawa setiap sesuatu yang terbaik selalu harus diusahakan dengan kesungguhan. Hanya orang penakut yang sering lari dari masalah.

RACUN #02 : KETAKUTAN
Gejala : Tidak yakin pada diri, tegang, cemas yang antara lain seperti disebabkan kesulitan wang, konflik dalam diri.
Antibodi : Keberanian
Cara : Cuba hindari menjadi orang yang sering bergantung pada kerisauan. Ingatlah 99 peratus hal yang kita risaukan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri yang paling kukuh. Dengan mengandaikan bahawa segala perkara yang membuat kita jadi takut itu adalah suatu perkara yang kecil, tidak pernah wujud dan kita yakin akan keberanian diri. Apabila kita yakin, segala rasa takut itu akan hilang dari minda kita.

RACUN #03 : EGOIS
Gejala : Memandang kebendaan, materialistik, agresif, lebih suka meminta daripada memberi, sombong dan bongkak.
Antibodi : Bersikap terbuka
Cara : Jangan mengeksploitasi rakan atau orang yang percayakan anda. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain dan ikhlas adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan. Peluang kita untuk mendapat ramai kawan juga adlaah tinggi jika bersikap terbuka kerana mereka lebih selesa dengan orang yang tidak bersikap ego.

RACUN #04 : TIDAK BERGANJAK / STATIK
Gejala : Berhenti satu fasa, membuat diri kita cepat merasa bosan, lemah semangat, tiada impian dan citi-cita, sering berubah-ubah perlakuan atau kerja, merasa di 'zon selesa'.
Caranya : Teruslah berkembang, terus memasang impian dan cita-cita yang tinggi. Dengan memasang impian dan mempunyai matlamat hidup, kita tidak akan rasa sering melakukan perkara yang sama dan bosan. Hal ini kerana apabila kita lakukan suatu perkara yang baru selain dari rutin kita, banyak perkara baru dan ilmu baru harus didalami. Maka dengan itu hari-hari kita akan dipenuhi dengan rasa ingin tahu perkara baru dan ia pastinya menarik..!

RACUN #05 : RASA RENDAH DIRI
Gejala : Kehilangan rasa yakin dan kepercayaan pada diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing dengan orang lain. Boleh dikatakan mudah mengaku kalah
Antibodi : Keyakinan diri
Cara : Seseorang tidak akan menang sebelum dia pergi berperang dan yakin dirinya tak akan mudah kalah jika belum berlawan. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapat separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, kejayaan itu berawal pada saat kita yakin bahawa kita mampu mencapainya. Cara mendapat keyakinan diri adalah dengan mengetahui potensi sebenar dalam diri sendiri. Cuba kenali diri kita sedalamnya.

RACUN #06: PLASTIK / MACAM BAGUS
Gejala : Terasa terlalu baik, suka berpura-pura, terlampau sombong, kebanggaan diri yang palsu.
Antibodi : Rendah hati
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan rakan atau mereka yang berada disekelilingnya, kerana tanpa kehadiran orang disekeliling, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap 'macam semua tahu'. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mahu mendengar pendapat orang lain sehingga peluang 50 peratus kejayaan mendapat kepercayaan dan sokongan orang lain sudah kita raih.

RACUN #07 : MURUNG
Gejala : Kurang menarik perhatian, mendera diri, merasa jadi orang termalang di dunia, pendiam, suka berkurung.
Antibodi : Extrovert
Cara : Jangan membuat diri kita menjadi murung, pendiam, terpaku pada diri sendiri. Lupakan segala masalah dan hindari dari berperilaku sentimental dan sensitif. Jadikan kehidupan kita menjadi ceria dengan bergaul bersama mereka yang positif, berfikiran terbuka dan ceria. Cuba juga untuk meluah segala apa yang terpendam dalam hati kita kepada seseorang yang matang dan dipercayai. Cubalah, ia pasti melegakan..

RACUN #08 :SIKAP MALAS
Gejala : Melamun, habiskan waktu dengan cara tidak produktif, berat tulang, suka tidur, kurang fikir tetapi kurang aktif.
Antibodi : Matlamat dan Minat
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadual kerja yang sudah kita rancangkan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan suka mengeluh tanpa henti. Rajinkan diri membuat perkara yang paling kita minat atau suka. Lakukan dengan kesungguhan dan bezakan hasilnya berbanding dengan kerja yang kita lakukan tanpa minat. Orang malas adalah orang yang manja dan susah berjaya. So, tariklah minat pada perkara berfaedah..!!

RACUN #09 : SUKAR DIAJAK BERUNDING
Gejala : Berfikiran tertutup, tidak suka menerima pendapat orang lain, ego dengan pendirian sendiri, memandang rendah pendapat orang lain
Antibodi : Kawal Diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengawal diri. Amati mereka secara bijaksana dan terbuka. Kurangkan sifat berkira dengan pendapat orang lain. Agama kita mengajak agar kita saling menghormati, bermuzakarah dan berbincang. Lebih ramai lebih meriah, pendapat orang lain walaupun kadangkala macam 'bodoh' tapi tidak mustahil boleh jadi suatu idea dan pandangan yang sangat geliga dan bijak..!! Semua orang ada akal, kita harus berjemaah dalam melaksanakan sesuatu perkara jika ia baik dan bermanfaat.

RACUN #10 : SIFAT BENCI
Gejala : Keinginan membalas dendam, kejam, bengis, pendendam, tidak suka diancam, sering menjadikan perkara remeh terlalu serius.
Antibodi : Tanamkan Rasa Cinta Dan Sayang
Cara : Antara cara menghilangkan rasa benci adalah dengan belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri kerana membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang. Oleh itu, tanamkan rasa kasih dan sayang sesama makhluk samada manusia mahupun haiwan. Jangan lakukan kekejaman kepada makhluk yang lemah. Dunia akan aman jika kita saling menghormati dan saling menyayangi.

Simpanlah segala racun psikologi negatif ini jauh dari minda kita. Positifkan diri dan tarik perasaan ceria, yakin diri, rajin dan bahagia agar segala perkara yang sering menjatuhkan semangat dan kekuatan kita dapat terhindar. Ibarat kata pujangga, jika kita mahu pandai, berkawanlah dengan bijak pandai dan para ilmuan, jika kita mahukan kejayaan berkawanlah dengan orang berjaya dan jika kita mahukan ketenangan dan ilmu agama, berkawanlah dengan alim ulama'. Mungkin kita tidak dapat menjadi seperti mereka tapi mungkin kita dapat setengah dari manfaat mereka malah mungkin juga kita mampu menjadi lebih baik dari mereka =) Fikirkan dengan tenang dan mulakan sayangi diri kita dahulu agar cas positif dalam minda mampu mengubah persepsi diri kita menjadi seorang yang positif..!!


~ Wassalam ~

Rizali Masri
\(^_*)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...